JAKARTA – Chery menyiapkan J6T CSH untuk pasar Indonesia pada kuartal IV 2026. SUV bergaya boxy ini mengusung teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV), yang memadukan penggerak motor listrik dengan mesin bensin sebagai generator untuk memperluas daya jelajah.
J6T CSH telah diperkenalkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Namun, harga resminya belum diumumkan dan model tersebut masih berada dalam tahap pemesanan awal atau pre-booking.
Chery menyebut J6T CSH mampu menempuh jarak kombinasi hingga 1.000 km. Angka tersebut menjadi salah satu daya tarik utama, terutama bagi konsumen yang menginginkan karakter berkendara mobil listrik tanpa terlalu bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian daya di sepanjang perjalanan.
Dua Motor Listrik, Mesin Bensin sebagai Generator
Berbeda dari mobil hybrid konvensional yang dapat menggunakan mesin bensin untuk menggerakkan roda, sistem REEV pada J6T CSH menempatkan motor listrik sebagai penggerak utama. Mesin bensin bertugas menghasilkan listrik untuk memasok energi ke sistem baterai, bukan menggerakkan roda secara langsung.

Di pasar Indonesia, Chery menyebut J6T CSH menghasilkan tenaga hingga 428 PS dengan torsi maksimum 505 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui dua motor listrik yang didukung sistem Intelligent All-Wheel Drive (iWD). Sistem ini mengatur distribusi tenaga ke roda depan dan belakang untuk membantu menjaga traksi sesuai kondisi jalan.
Untuk spesifikasi mesin bensinnya, Chery belum merinci konfigurasi yang akan digunakan pada versi Indonesia. Sebagai referensi, Jaecoo 6T REEV di Thailand menggunakan mesin bensin 1,5 liter turbo yang menghasilkan 156 hp dan torsi 220 Nm untuk memasok energi listrik. Angka tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai spesifikasi final J6T CSH untuk Indonesia.
Kemampuan All-Terrain dan Fitur Penunjang
Sebagai SUV dengan karakter adventure, J6T CSH memiliki ground clearance 220 mm. Perangkat penunjang lainnya mencakup suspensi Aluminium H-Arm, 8+1 mode berkendara, serta Tank Turn Function yang membantu kendaraan bermanuver di ruang terbatas.
Kemampuan melintasi genangan air juga menjadi salah satu aspek yang ditonjolkan. Laman situs web produk J6T CSH mencantumkan kemampuan arung 600 mm. Sedangkan untuk menghadapi jalan berpasir, tersedia Sand Mode yang menyesuaikan respons tenaga dan traksi.
Sementara itu, fitur Vehicle-to-Load (V2L) berdaya 6 kW memungkinkan kendaraan memasok listrik ke perangkat elektronik, termasuk ketika digunakan untuk kegiatan luar ruang seperti berkemah.
Kombinasi tersebut dirancang untuk mendukung mobilitas harian di perkotaan sekaligus perjalanan menuju daerah perbukitan atau pesisir dengan kondisi jalan yang lebih menantang.
Klaim Jarak Tempuh 1.000 Km
Chery mengklaim J6T CSH mampu menempuh jarak kombinasi hingga 1.000 km. Untuk penggunaan dengan tenaga listrik murni, jarak tempuhnya diklaim mencapai 190 km berdasarkan standar NEDC dan pengisian daya eksternal.
Angka jarak tempuh kombinasi itu menarik untuk dibandingkan dengan Jaecoo 6T REEV yang telah dipasarkan di Thailand. Model tersebut tersedia dalam varian 2WD dan 4WD, dengan klaim jarak tempuh kombinasi masing-masing hingga 800 km dan 750 km berdasarkan siklus NEDC.
Varian 4WD Thailand menjadi pembanding yang lebih relevan karena memiliki konfigurasi dua motor listrik, tenaga 428 PS, dan torsi 505 Nm, sama seperti spesifikasi tenaga yang diumumkan untuk J6T CSH di Indonesia. Varian tersebut diklaim memiliki jarak tempuh listrik murni 160 km dan jarak kombinasi hingga 750 km.
Di bagian kabin, J6T CSH dibekali layar sentuh 15,6 inci, kamera panorama 540 derajat, sistem audio 12 speaker, dan panoramic sunroof. Fitur keselamatannya mencakup 15 fungsi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) serta enam airbag.
Menyasar Penggunaan di Kota hingga Kawasan Pesisir
Chery membagi skenario penggunaan J6T CSH ke dalam kebutuhan mobilitas perkotaan, perjalanan di perbukitan, dan aktivitas di kawasan pesisir. Pendekatan tersebut menggabungkan kenyamanan berkendara elektrik dengan kemampuan melewati berbagai kondisi jalan.
“J6T CSH kami kembangkan untuk memberikan rasa percaya diri dalam perjalanan yang lebih luas. Konsumen tetap memperoleh kenyamanan dan pengalaman yang berkelas ketika berkendara di perkotaan, sekaligus memiliki performa, daya jelajah, dan kemampuan all-terrain saat perjalanan berlanjut menuju medan yang lebih menantang. Inilah cara Chery menghadirkan pengalaman berkendara elektrik yang relevan dengan karakter geografis Indonesia,” ujar Budi Darmawan Jantania, Vice Director Chery Business Unit Indonesia.
Dengan teknologi REEV, tenaga 428 PS, dan fitur pendukung aktivitas luar ruang, J6T CSH akan melengkapi pilihan kendaraan elektrifikasi Chery di Indonesia. Konsumen yang tertarik sudah dapat melakukan pre-booking melalui situs resmi Chery Indonesia di chery.co.id.
Meski demikian, harga jual, spesifikasi lengkap untuk pasar Indonesia, dan tanggal peluncuran resminya masih belum diumumkan. Chery menargetkan kehadiran model ini pada kuartal IV 2026. (RR)
Baca juga: