JAKARTA – Pasar otomotif Indonesia kembali kedatangan merek asal Cina. Beijing Automobile Works (BAW) resmi memperkenalkan diri di Tanah Air melalui ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026) yang lalu.
Bahkan, BAW langsung membawa lima model sekaligus dan menyiapkan rencana perakitan lokal. Lantas, kapan mobil BAW mulai bisa dibeli konsumen Indonesia?
Dalam debutnya di GIIAS 2026, BAW memperkenalkan model M8, T01, X03, D5, dan T10 Pro.
M8 menjadi model yang paling menonjol sebagai MPV listrik premium. Sementara T01 merupakan SUV off-road dengan konstruksi body-on-frame, X03 diposisikan sebagai SUV serbaguna, D5 sebagai mobil listrik kompak perkotaan, dan T10 Pro sebagai pikap listrik untuk kebutuhan usaha serta logistik.
BAW sendiri bukan pemain baru di industri otomotif. Perusahaan yang berdiri sejak 1951 ini mengklaim memiliki pengalaman lebih dari 75 tahun dan sejarah panjang dalam kendaraan off-road serta kendaraan komersial.

BAW Gandeng Handal untuk Produksi Lokal
Keseriusan BAW di Indonesia terlihat dari rencana produksi lokal.
Melalui PT BAW Automobile Trading Indonesia, menandatangani kerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor untuk menyiapkan perakitan kendaraan di Indonesia.
Dalam siaran pers tertanggal 31 Juli 2026, BAW menyatakan tahap awal produksi akan difokuskan pada kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV, terutama segmen MPV dan city car.
Fasilitas yang disiapkan memiliki kapasitas sekitar 15.000 unit per tahun, sementara BAW menargetkan pencapaian TKDN minimal 40 persen melalui produksi lokal, pengembangan pemasok, dan kerja sama dengan mitra Indonesia.
Menurut BAW Indonesia, persiapan produksi dilakukan bertahap setelah penandatanganan kerja sama. Siaran pers perusahaan belum mencantumkan tanggal produksi secara pasti dan menyebut detail jadwal akan disampaikan kemudian.
BAW M8 Jadi Mobil Pertama yang Dijual
Meski membawa lima model, BAW M8 direncanakan menjadi model pertama yang meluncur di Indonesia.

Brand Marketing Director BAW Automobile Trading Indonesia, Rifkie Setiawan, mengatakan M8 ditargetkan meluncur sebelum Desember 2026. Konsumen yang sudah tertarik bahkan telah dapat melakukan pre-booking sejak masa GIIAS.
M8 juga akan menjadi model pertama BAW yang diproduksi secara lokal melalui fasilitas Handal. Produksi lokal ditargetkan mulai Desember 2026 di Purwakarta, Jawa Barat.
Artinya, BAW kemungkinan tidak perlu menunggu produksi lokal untuk mulai memperkenalkan produknya ke konsumen. M8 ditargetkan meluncur lebih dulu sebelum Desember, kemudian produksi lokal menyusul pada Desember 2026.
Jadi, Kapan BAW Mulai Berjualan?
Dalam rencana, sebelum akhir 2026. Model pertama yang akan dijual adalah BAW M8, MPV listrik premium yang ditujukan untuk segmen keluarga dan eksekutif.
Namun, BAW belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi dan harga final M8. Jadi untuk saat ini, patokannya adalah peluncuran sebelum Desember 2026, dengan produksi lokal ditargetkan mulai Desember.
Dari bisikan yang beredar, MPV yang tampil premium itu bakal punya banderol menarik. Bahkan lebih murah dari kompetitor yang sudah ada. Seperti BYD Denza D9.
Setelah M8, BAW masih memiliki empat model lain yang berpotensi masuk ke pasar Indonesia.

Dengan strategi membawa beragam model sekaligus dan langsung menyiapkan produksi lokal, BAW tampaknya tidak ingin sekadar menjadi merek Cina baru di Indonesia. Perusahaan juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu basis ekspansi ke pasar kendaraan setir kanan di Asia Tenggara.
Jadi, tinggal menunggu satu hal: kapan tepatnya BAW membuka harga dan resmi menjual M8 ke konsumen Indonesia. (RR)
Baca juga:
Chery Tiggo V Debut di GIIAS 2026 dengan Konsep 3-in-1
Xpeng L03 Curi Panggung di GIIAS 2026, Debut Perdana di Asia Tenggara






